Jumat, 29 Juni 2012

Ditemukannya Obat Pengencer Otak


REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS.
Para peneliti telah menemukan obat yang membantu otak kembali menumbuhkan sel-sel baru. Peneliti, menguji coba menggunakan tikus, didasarkan hasil temuan mamalia, termasuk manusia, membuat sel-sel otak  muda sepanjang hidup mereka.

"Kita membuat neuron baru setiap hari di otak kita," kata Andrew Pieper dari University of Texas Southwestern Medical Center di Dallas yang bekerja pada studi ini, melalui sambungan telepon pada Reuters. "Apa yang kami lakukan di penelitian memungkinkan mereka bertahan hidup."

Saat ini, para peneliti masih mengembangkan temuan atas senyawa yang disebut P7C3 itu. Mereka mengatakan tampaknya aman dan bahkan ketika bekerja dengan meminum obat tersebut.

Senyawa ini mirip dengan Medivation Inc dan obat eksperimental Alzheimer Pfizer Inc, Dimebon, dan mungkin menyediakan cara untuk meningkatkan efek. "Hal ini juga mirip dengan beberapa senyawa yang dimiliki Serono," kata Pieper.

Dimebon, awalnya anti histamin buatan Rusia yang juga dikenal sebagai latrepirdine, gagal dalam percobaan klinis untuk penyakit Alzheimer pada Maret. Alzheimer secara bertahap menghancurkan otak dan mempengaruhi 26 juta orang di seluruh dunia. Obat-obatan, seperti Pfizer Aricept, memperbaiki gejala hanya sedikit.

Para peneliti memeriksa 1.000 dari 300 ribu senyawa kimia yang terkumpul dan diberikannya kepada tikus. Mereka kemudian membedah otak untuk melihat apakah salah satu tikus telah membuat sel-sel baru di hippocampus, suatu wilayah otak yang terkait dengan belajar dan memori. Mereka akhirnya mempersempit lapangan untuk P7C3.

Ketika mereka memberikannya kepada tikus tua untuk dua bulan, tikus tua itu jauh lebih baik daripada tikus tua lainnya dalam cara belajar mereka di sekitar tempat air yang membingungkan. Ketika membedah, tikus tersebut ditemukan memiliki tiga kali jumlah neuron baru yang lahir biasa di area otak yang disebut dentate gyrus. Mereka membuat turunan P7C3 disebut A20 yang bekerja lebih baik.

Ketika peneliti menguji Dimebon dan senyawa Serono, mereka menemukan obat-obatan ini juga merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru. "Mampu memberikan efek dan menyebabkan kinerja obat lebih   baik untuk mengobati Alzheimer dan penyakit lain yang mungkin menghancurkan sel-sel otak seperti stroke dan penyakit amyotrophic lateral sclerosis, juga dikenal sebagai ALS atau penyakit Lou Gehrig."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar