Selasa, 24 April 2012

Macam-macam Kamera

Kamera berdasarkan mekanisme kerja :
 
1. Kamera single lens reflect
Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 [derajat] di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.
 
 
sumber : http://www.google.co.id/imgres?q=kamera+slr&hl=id&biw=1366&bih=575&gbv=2&tbm=isch&tbnid=Z7CkHF7cgYYd9M:&imgrefurl=http://infohargaterbaru.blogspot.com/2011/08/daftar-harga-kamera-digital-slr-agustus.html&docid=C8wx-xaLiAmltM&w=532&h=579&ei=_LR-Tt_xH8eViAeJwoXIDg&zoom=1
 
2. Kamera instan
Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (''lightmeter'' atau ''fotometer''), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.
 
 
sumber : http://www.google.co.id/imgres?q=kamera+instan&hl=id&gbv=2&noj=1&tbm=isch&tbnid=4rEjNc8mBSwKjM:&imgrefurl=http://www.beritateknologi.com/fujifilm-instax-mini-50s-kamera-instan-kompak-yang-praktis-langsung-cetak/&docid=MhXmn4iyq-L22M&w=241&h=241&ei=LbV-Trj8MoybiQfznp3YDg&zoom=1&biw=1366&bih=575
 
Kamera berdasarkan teknologi viewfinder :
''Viewfinder'' memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.
 
1. Kamera saku
Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik ([[viewfinder]])) dengan lensa.

 
sumber : http://www.google.co.id/imgres?q=kamera+saku&hl=id&gbv=2&noj=1&tbm=isch&tbnid=AQejF4DWtFyXmM:&imgrefurl=http://ebbe37124.wordpress.com/2011/09/23/macam-macam-kamera/&docid=fWTytmncwwkkBM&w=500&h=362&ei=GLd-Tv2QEceViAeJwoXIDg&zoom=1&biw=1366&bih=575

2. Kamera TLR
Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada [[kesalahan paralaks]] yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.

 
sumber : http://www.google.co.id/imgres?q=kamera+tlr&hl=id&gbv=2&noj=1&tbm=isch&tbnid=H8bPIjDTsTVQAM:&imgrefurl=http://tokotika.info/jual-yashica-mat-124-tlr-muluss/&docid=nNftvwTIR3Mz0M&w=720&h=480&ei=hrh-TsCXH4GfiAfRqpzkDg&zoom=1&biw=1366&bih=575
 
3. Kamera SLR (Single Lens Reflect)
Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata [[fotografer]] sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi
Kamera berdasarkan media penangkap cahaya
Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses [[cuci film]], silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (''developer'').
 
4. Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.

 
sumber : http://www.google.co.id/imgres?q=kamera+film&hl=id&gbv=2&noj=1&tbm=isch&tbnid=juwDC2Sq5mUOKM:&imgrefurl=http://rockglees.blogspot.com/2011/06/kamera.html&docid=QdGi4tcEDpg7rM&w=480&h=321&ei=Drt-TsC-OoOTiQeEoKW9Dg&zoom=1&biw=1366&bih=575
 
5. Kamera polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.
 
 
sumber : http://www.google.co.id/imgres?q=kamera+polaroid&hl=id&gbv=2&noj=1&tbm=isch&tbnid=ckHdBiZBKNOg1M:&imgrefurl=http://abekutilkembar.blogspot.com/2010/04/sejarah-kamera-polaroid.html&docid=7UHonrx_RLz8HM&w=180&h=215&ei=Rbp-Tr7uKYSsrAf-spnXDQ&zoom=1&biw=1366&bih=575 
 
6. Kamera digital
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar [[LCD]] yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
sumber : http://www.google.co.id/imgres?q=kamera+digital&hl=id&biw=1366&bih=575&gbv=2&tbm=isch&tbnid=oqB6c7yE8zaWYM:&imgrefurl=http://alanhendrawan.blogspot.com/2011/05/new-kamera-digital.html&docid=uWS3RT69m6KqPM&w=400&h=314&ei=Bb5-TqjEOeGaiAeLkpHVDg&zoom=1 
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan ''internal memory'' ataupun ''external memory'' yang menggunakan ''memory card''.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar